ads

Urutan Pendirian CV untuk Perusahaan Konstruksi

 

Urutan Pendirian CV untuk Perusahaan Konstruksi

Urutan Oendirian cv atau pt

Commanditaire Vennootschap (CV) adalah bentuk badan usaha yang sering digunakan oleh pelaku usaha kecil dan menengah, termasuk di bidang konstruksi. Proses pendiriannya lebih sederhana dibandingkan Perseroan Terbatas (PT) dan tidak memerlukan modal minimum. Berikut adalah urutan pendirian CV untuk perusahaan konstruksi:

1. Menentukan Nama CV

Pastikan nama CV unik dan belum digunakan oleh perusahaan lain. Nama harus memenuhi ketentuan hukum yang berlaku dan tidak bertentangan dengan norma yang ada.

2. Menyusun Akta Pendirian di Notaris

Pendirian CV harus dibuat dalam bentuk akta notaris yang berisi:

  • Nama dan domisili CV
  • Maksud dan tujuan usaha (misalnya di bidang konstruksi)
  • Identitas sekutu aktif dan sekutu pasif
  • Hak dan kewajiban masing-masing sekutu
  • Ketentuan pembagian laba dan tanggung jawab hukum

3. Pengurusan SK Kemenkumham

Setelah akta pendirian selesai, notaris akan mendaftarkan CV ke Sistem Administrasi Badan Usaha (SABU) Kementerian Hukum dan HAM untuk mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

4. Pembuatan NPWP dan SKT Pajak

CV wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang didaftarkan di Kantor Pajak setempat. Setelah itu, perusahaan juga perlu mengurus Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Pajak serta Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP) jika ingin memungut PPN.

5. Mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) Melalui OSS

NIB diperoleh melalui sistem Online Single Submission (OSS). NIB berfungsi sebagai identitas usaha sekaligus pengganti TDP (Tanda Daftar Perusahaan).

6. Mengurus Izin Usaha dan Izin Lokasi

Karena bergerak di bidang konstruksi, CV harus memiliki izin usaha yang sesuai, seperti:

  • Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK) – Diperlukan untuk menjalankan kegiatan konstruksi secara legal.
  • Sertifikat Badan Usaha (SBU) – Dikeluarkan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) sebagai bukti kompetensi di bidang konstruksi.

7. Mendaftarkan CV ke BPJS Ketenagakerjaan

Jika CV memiliki karyawan, wajib mendaftarkan mereka ke BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan tenaga kerja.

8. Membuka Rekening Bank Perusahaan

Untuk kelancaran transaksi bisnis, disarankan membuka rekening bank atas nama CV guna memisahkan keuangan pribadi dan bisnis.

9. Mengurus Dokumen Pendukung Lainnya

Setelah CV resmi berdiri, ada beberapa dokumen tambahan yang mungkin diperlukan tergantung pada proyek dan regulasi daerah tempat CV beroperasi. Beberapa dokumen tersebut antara lain:

  • Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU) – Meskipun tidak selalu wajib, beberapa daerah masih memerlukannya.
  • HO (Izin Gangguan) jika diperlukan – Untuk perusahaan yang beroperasi di lokasi tertentu yang bisa menimbulkan gangguan bagi lingkungan sekitar.
  • SPT Tahunan Badan – Wajib melaporkan pajak setiap tahun sesuai ketentuan yang berlaku.

10. Bergabung dengan Asosiasi Konstruksi

Agar lebih terpercaya dan mendapatkan akses ke proyek-proyek besar, CV dapat bergabung dengan asosiasi konstruksi seperti Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) atau Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI). Bergabung dengan asosiasi dapat memberikan keuntungan seperti akses informasi proyek, pelatihan, dan jaringan bisnis yang lebih luas.

11. Menyiapkan Tim dan Peralatan

Setelah semua perizinan selesai, CV perlu merekrut tenaga kerja sesuai kebutuhan, baik tenaga ahli maupun tenaga lapangan. Selain itu, penting juga untuk menginvestasikan peralatan konstruksi yang sesuai dengan jenis proyek yang akan dijalankan.

12. Memulai Operasional dan Pemasaran

Dengan seluruh legalitas telah terpenuhi, CV sudah bisa mulai menjalankan bisnisnya. Agar bisnis berkembang, strategi pemasaran harus diterapkan, seperti:

  • Membangun website profesional untuk menampilkan portofolio proyek.
  • Memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk menjangkau lebih banyak klien.
  • Menjalin kerja sama dengan pengembang properti, pemerintah, dan perusahaan swasta untuk mendapatkan proyek.

Kesimpulan Akhir

Pendirian CV untuk bisnis konstruksi memerlukan proses yang sistematis dan pemenuhan berbagai izin. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, CV Anda dapat beroperasi secara legal, profesional, dan memiliki peluang besar untuk berkembang di industri konstruksi.

Subscribe to receive free email updates: