ads

Cara Menghitung Kapasitas Produksi Crusher

 

Cara Menghitung Kapasitas Produksi Crusher

Crusher adalah alat yang digunakan dalam industri pertambangan dan konstruksi untuk menghancurkan material, seperti batu dan mineral, menjadi ukuran yang lebih kecil. Kapasitas produksi crusher sangat penting untuk menentukan efisiensi kerja serta kebutuhan operasional. Berikut adalah cara menghitung kapasitas produksi crusher dengan langkah-langkah yang tepat.

Crusher Alat Produksi Batu
Crusher Alat Produksi Batu

1. Faktor yang Mempengaruhi Kapasitas Produksi Crusher

Sebelum melakukan perhitungan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kapasitas produksi crusher, yaitu:

  • Tipe dan Ukuran Crusher: Setiap jenis crusher (jaw crusher, cone crusher, impact crusher) memiliki kapasitas yang berbeda-beda.
  • Ukuran Umpan (Feed Size): Semakin besar ukuran umpan, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menghancurkan material.
  • Ukuran Produk Akhir (Output Size): Semakin kecil ukuran produk akhir yang diinginkan, semakin rendah kapasitas produksinya.
  • Kecepatan Rotasi dan Efisiensi Mesin: Kecepatan putaran dan kondisi teknis mesin berpengaruh pada kapasitas produksi.
  • Jenis Material: Kekerasan dan kelembaban material juga mempengaruhi kinerja crusher.

2. Rumus Menghitung Kapasitas Produksi Crusher

Kapasitas produksi crusher dapat dihitung dengan beberapa rumus tergantung pada jenis crusher yang digunakan.

a. Kapasitas Produksi Jaw Crusher

Untuk jaw crusher, kapasitas produksi dapat dihitung dengan rumus berikut:

Q=60×L×S×V×C1000Q = \frac{60 \times L \times S \times V \times C}{1000}

Keterangan:

  • Q = Kapasitas produksi (ton per jam)
  • L = Panjang mulut jaw crusher (cm)
  • S = Lebar bukaan jaw crusher (cm)
  • V = Kecepatan jaw bergerak (rpm)
  • C = Faktor efisiensi (biasanya antara 0,5 - 0,8)

b. Kapasitas Produksi Cone Crusher

Untuk cone crusher, kapasitas produksi biasanya dihitung berdasarkan spesifikasi dari pabrik pembuat, tetapi dapat diperkirakan dengan:

Q=D2×S×N100Q = \frac{D^2 \times S \times N}{100}

Keterangan:

  • Q = Kapasitas produksi (ton per jam)
  • D = Diameter cone (cm)
  • S = Setting jarak antara cone dan mantel (cm)
  • N = Kecepatan putaran (rpm)

c. Kapasitas Produksi Impact Crusher

Untuk impact crusher, kapasitas produksinya dipengaruhi oleh ukuran rotor dan kecepatan putaran, dengan perkiraan rumus:

Q=K×A×RQ = K \times A \times R

Keterangan:

  • Q = Kapasitas produksi (ton per jam)
  • K = Koefisien dampak material (0,5 - 0,9 tergantung material)
  • A = Luas area penghancuran (m²)
  • R = Kecepatan putaran rotor (rpm)

3. Contoh Perhitungan Kapasitas Produksi Jaw Crusher

Misalkan sebuah jaw crusher memiliki spesifikasi berikut:

  • Panjang mulut jaw (L) = 100 cm
  • Lebar bukaan jaw (S) = 50 cm
  • Kecepatan jaw (V) = 300 rpm
  • Faktor efisiensi (C) = 0,7

Maka kapasitas produksinya adalah:

Q=60×100×50×300×0,71000Q = \frac{60 \times 100 \times 50 \times 300 \times 0,7}{1000} Q=60×100×50×300×0,71000=63tonperjamQ = \frac{60 \times 100 \times 50 \times 300 \times 0,7}{1000} = 63 ton per jam


5. Cara Meningkatkan Kapasitas Produksi Crusher

Jika kapasitas produksi crusher dirasa kurang optimal, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkannya, yaitu:

a. Memilih Ukuran Crusher yang Sesuai

Gunakan crusher dengan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan produksi. Jika material yang dihancurkan berukuran besar, gunakan jaw crusher dengan kapasitas yang lebih besar sebelum masuk ke tahap penghancuran lebih lanjut menggunakan cone atau impact crusher.

b. Mengatur Setting dan Ukuran Output

Menyesuaikan ukuran celah atau setting pada crusher dapat meningkatkan kapasitas produksi. Namun, perlu diperhatikan bahwa semakin kecil ukuran output yang diinginkan, maka kapasitas produksi akan berkurang.

c. Meningkatkan Kecepatan Rotasi

Menyesuaikan kecepatan rotasi crusher sesuai dengan jenis material yang dihancurkan dapat meningkatkan efisiensi kerja. Namun, perlu diperhatikan bahwa kecepatan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan keausan yang lebih cepat pada bagian mesin.

d. Mengoptimalkan Kualitas dan Jenis Material

Material yang terlalu keras atau terlalu lembab dapat mengurangi kapasitas produksi crusher. Pastikan material yang masuk sudah disesuaikan agar crusher bekerja lebih optimal.

e. Menggunakan Sistem Pemisah (Screening)

Menggunakan sistem pemisah (vibrating screen) sebelum material masuk ke crusher dapat membantu memilah material berdasarkan ukuran sehingga beban kerja crusher lebih ringan dan kapasitas produksinya meningkat.

f. Melakukan Perawatan Rutin

Melakukan perawatan rutin seperti pelumasan, pemeriksaan kondisi jaw plate, liner, dan komponen lainnya dapat mencegah downtime yang tidak perlu dan memastikan kapasitas produksi tetap maksimal.

6. Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Menghitung Kapasitas Produksi Crusher

Saat menghitung kapasitas produksi crusher, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi, seperti:

  • Tidak Mempertimbangkan Efisiensi Mesin
    Setiap mesin memiliki efisiensi yang berbeda tergantung kondisi operasionalnya. Jika hanya mengandalkan perhitungan teoritis tanpa mempertimbangkan efisiensi mesin, hasilnya bisa tidak akurat.

  • Mengabaikan Variabel Ukuran Umpan dan Output
    Ukuran input material yang terlalu besar atau output yang terlalu kecil dapat mempengaruhi kapasitas produksi. Pastikan variabel ini diperhitungkan dengan benar.

  • Menggunakan Rumus yang Tidak Sesuai dengan Jenis Crusher
    Setiap jenis crusher memiliki cara perhitungan kapasitas yang berbeda. Pastikan rumus yang digunakan sesuai dengan tipe crusher yang digunakan.

7. Studi Kasus Perhitungan Kapasitas Crusher dalam Operasi Tambang

Sebagai contoh, sebuah perusahaan tambang menggunakan jaw crusher dengan spesifikasi berikut:

  • Panjang mulut jaw (L): 120 cm
  • Lebar bukaan jaw (S): 60 cm
  • Kecepatan jaw (V): 250 rpm
  • Faktor efisiensi (C): 0,75

Maka kapasitas produksi dapat dihitung sebagai berikut:

Q=60×120×60×250×0,751000Q = \frac{60 \times 120 \times 60 \times 250 \times 0,75}{1000} Q=60×120×60×250×0,751000=81tonperjamQ = \frac{60 \times 120 \times 60 \times 250 \times 0,75}{1000} = 81 ton per jam

Dari hasil ini, perusahaan dapat memperkirakan jumlah produksi harian, mingguan, atau bulanan dan menyesuaikan kebutuhan operasionalnya.

8. Kesimpulan

Menghitung kapasitas produksi crusher sangat penting untuk mengoptimalkan efisiensi kerja dan meningkatkan produktivitas. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas, menggunakan rumus yang tepat, serta melakukan perawatan rutin, crusher dapat bekerja secara optimal dan menghasilkan produksi sesuai target.

Bagi yang ingin mendapatkan rekomendasi alat atau teknik terbaik dalam meningkatkan produksi, konsultasi dengan teknisi atau ahli di bidang ini sangat disarankan

Subscribe to receive free email updates: